Jumat, 27 Maret 2026

Program Wisata Budaya go Internasional

 


Industri Pariwisata Berbasis Budaya 
di Kabupaten Malang

Sinergi strategis antara Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) dan Dinas Pariwisata Kabupaten Malang resmi mencatatkan prestasi gemilang melalui penguatan identitas hukum seni lokal di level internasional. Kolaborasi ini bertransformasi dari sekadar kemitraan birokrasi menjadi gerakan penyelamatan aset intelektual komunal.

Keberhasilan yang paling mencolok dari kemitraan ini adalah keberhasilan dalam mengamankan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Hak Paten bagi produk seni budaya lokal. 

  1. Seni Bantengan Malang: DKKM dan Disparbud Kabupaten Malang sedang serius mendaftarkan kesenian Bantengan sebagai HAKI untuk melindungi karakteristik khasnya.
  2. Wayang Topeng Malangan: Karya seni pertunjukan ini terus diupayakan perlindungan hukumnya (pengetahuan tradisional) agar pakem gerak, ukiran topeng, dan karakternya tetap terjaga.
  3. Batik Garudeya: Ditetapkan sebagai motif batik khas Kabupaten Malang yang mengandung cerita dan elemen lokal, menjadi ikon budaya yang dilindungi.
  4. Warisan Budaya Tak Benda (WBTB): Kabupaten Malang memiliki sejumlah WBTB yang diakui, di antaranya Tari Beskalan, Tari Bedayan Malang, dan Tari Grebeg Wiratama.

Langkah ini sangat penting karena:

  • Perlindungan dari Klaim Asing: Dengan adanya hak paten yang diakui secara internasional, seni pertunjukan dan ornamen khas Malang (seperti Topeng Malangan) memiliki perlindungan hukum yang kuat, mencegah eksploitasi tanpa izin oleh pihak luar.

  • Nilai Jual di Mata Wisatawan: Pengakuan dunia meningkatkan prestige destinasi. Wisatawan mancanegara cenderung lebih menghargai destinasi yang memiliki sertifikasi orisinalitas dan kelestarian budaya yang terjamin.

DKKM berperan sebagai kurator seni yang memastikan bahwa performa budaya tetap menjaga pakem (tradisi), sementara Dinas Pariwisata berperan sebagai fasilitator infrastruktur dan promosi. Sinergi ini menciptakan ekosistem yang sehat:

  • Pemberdayaan Maestro Lokal: Seniman senior di desa-desa adat kini memiliki panggung yang layak dan akses ekonomi langsung melalui kunjungan wisatawan.

  • Regenerasi Seni: Adanya pengakuan paten memicu kebanggaan di generasi muda Malang untuk terus mempelajari seni tradisional karena melihat adanya prospek ekonomi yang jelas di sektor pariwisata.

Keberhasilan ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal. Wisata budaya bukan sekadar tontonan, tetapi telah menjadi industri kreatif yang mencakup:

  1. Sektor Kriya: Produksi topeng, batik Malangan, dan alat musik tradisional yang menjadi suvenir eksklusif berlisensi.

  2. Edu-Wisata: Paket wisata yang menawarkan pengalaman belajar memahat topeng atau menari, yang sangat diminati oleh segmen wisatawan intelektual dan keluarga.

  3. Festival Budaya: Penyelenggaraan event berskala internasional yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal, mulai dari pengelola homestay hingga UMKM kuliner.

Apa yang dilakukan oleh DKKM dan Dinas Pariwisata Kabupaten Malang adalah model ideal bagi pengembangan pariwisata di Indonesia. Mereka membuktikan bahwa budaya tidak harus dikorbankan demi pariwisata, melainkan budaya yang dilindungi dan dipatenkan justru menjadi "bahan bakar" utama bagi industri pariwisata yang berkelas dunia.

Keberhasilan meraih hak paten ini adalah bukti nyata bahwa identitas lokal Malang bukan hanya milik warga kabupaten, tetapi telah menjadi warisan dunia yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus nilai luhur yang abadi. (AgungKepanjen)


Share:

Kamis, 26 Maret 2026

Uri-uri Seni Budaya Malangan

 


Upaya untuk "uri-uri" atau pelestarian budaya khususnya budaya Malanan yang dijalankan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) bersama Paguyuban Masyarakat Seni-Budaya merupakan sebuah langkah  dari pelestarian dan pengakuan tentang Kebudayaan lokal. Program ini tidak hanya menjaga artefak fisik, tetapi juga mentransmisikan nilai-nilai esensial ke dalam struktur karakter masyarakat.

Dalam perspektif sosiologi budaya, uri-uri bukan sekadar tindakan replikasi tradisi, melainkan sebuah strategi Kebudayaan Dinamis. DKKM memfasilitasi paguyuban lokal untuk melakukan, cara untuk mengadakan tranfer ilmu pengetahuan lokal (local genius) dari generasi tua ke generasi muda melalui workshop dengan praktik langsung dan upaya dari DKKM dengan memperkuat daya tahan budaya lokal terhadap hegemoni budaya global melalui pengakuan hukum (HKI) dan panggung apresiasi yang konsisten

Program Uri-uri Budaya Malangan menempatkan seni bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai instrumen Pendidikan Karakter (Character Building). Nilai-nilai budi pekerti dalam seni Malang (seperti dalam lakon Panji) mengandung filosofi tentang Etika Sosial (Tepa Selira) dengan melatih kepekaan perasaan dan harmoni dalam bermasyarakat dan melatih kedisiplinan (Wiwitane) dengan cara Proses belajar seni tradisional yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan ketaatan pada pakem, yang secara tidak langsung membentuk disiplin personal.

Secara psikologis, individu yang memiliki akar budaya yang kuat cenderung memiliki Self-Identity (Jati Diri) yang stabil. Kerja sama DKKM dan Paguyuban menciptakan ekosistem di mana Identitas Kolektif dalam Masyarakat Malang yang memiliki simbol budaya yang sama, yang memperkuat kohesi sosial dan juga sebagai Kebanggaan Global, karena adanya pengakuan dunia terhadap hak paten seni Malang, jati diri lokal bertransformasi menjadi identitas yang kompetitif di kancah internasional


Tabel Korelasi: Seni, Budi Pekerti, dan Karakter
Unsur BudayaNilai Budi PekertiOutput Jati Diri
Seni PertunjukanKerja sama & KeselarasanKarakter Gotong Royong
Kriya & Tata RupaKetelitian & KejujuranKarakter Integritas
Sastra & KidungKearifan & Olah RasaKarakter Bijaksana/Eling
Program DKKM melalui paguyuban seni bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah Rekayasa Sosial Budaya yang bertujuan menciptakan generasi yang modern secara intelektual namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur (budi pekerti) asli daerahnya.(AgungKepanjen)



Share:

Menteri Kebudayaan ke Malang



 

Sambangi Pakisaji, 
Menteri Kebudayaan Fadli Zon 
Puji Konsistensi Topeng Malangan Menembus Zaman

Semilir angin di Dusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan, terasa lebih istimewa pada Februari 2025 lalu. Suara pahatan kayu dan riuh rendah gamelan menyambut kedatangan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Padepokan Seni Topeng Malangan Asmorobangun pada pukul 2 siang.

Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap denyut nadi seni tradisional yang masih berdetak kencang di Kabupaten Malang.

Warisan Dunia dari Tangan Perajin Lokal

Dalam kunjungannya, Fadli Zon menegaskan bahwa Topeng Malangan bukan sekadar kerajinan kayu biasa. Baginya, setiap karakter dalam topeng tersebut adalah identitas bangsa yang memiliki nilai sejarah dan estetika tinggi.

"Seni Topeng Malang adalah warisan berharga. Kita harus memastikan seni ini tidak hanya lestari di rumah sendiri, tapi juga dikenal dan diakui oleh dunia internasional," ujar Fadli Zon di sela-sela peninjauannya.

Apresiasi untuk 'Penjaga Api' Tradisi

Menteri Kebudayaan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tri Handoyo, pemimpin Padepokan Asmorobangun. Di tengah gempuran modernisasi, padepokan ini dinilai berhasil menjadi benteng pertahanan budaya yang konsisten melahirkan generasi penerus penari dan pemahat topeng.

Fadli Zon menyebut dedikasi keluarga besar Asmorobangun sebagai teladan dalam menjaga eksistensi cagar budaya non-bendawi Indonesia.

Malang sebagai Poros Budaya

Kunjungan ke Pakisaji ini merupakan bagian dari agenda besar sang Menteri di wilayah Malang Raya. Sebelumnya, ia juga melakukan gerilya budaya dengan mengunjungi:

  • Berbagai Candi bersejarah yang tersebar di Malang.

  • Museum-museum ikonik di Kota Malang dan Kota Batu.

Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi kemajuan kebudayaan dan pelestarian cagar budaya secara menyeluruh di Jawa Timur.

Kunjungan ini membawa angin segar bagi para seniman lokal. Harapannya, dukungan pusat dapat mempercepat langkah Topeng Malangan untuk terus "menari" di panggung global tanpa kehilangan akar tradisinya. (AgungKepanjen)

Share:

Senin, 06 Juni 2022

Pentingnya DKKM ditengah Masyarakat

Tujuan dari dikibarkan Bendera Panji Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) adalah sarana pembuktian bahwa dari tokoh, para praktisi, partisipan masyarakat peduli seni-budaya-sejarah Kabupaten Malang siap untuk bekerja bergotong-royong bersama pemerintah Kabupaten Malang dan didukung oleh masyarakat Malang Raya.


Perlunya adanya Komunikasi, Musyawarah DKKM dan masyarakat di kabupaten Malang dalam rangka "Pengembangan Ekonomi Masyarakat" melalui seni-budaya-sejarah





Menikmati Karya Seni dari Masyarakat lokal di Kabupaten Malang dan DKKM sebagai Mitra langsung seperti "dulur kembar"



Mendengar langsung masalah di masyarakat Kabupaten Malang, lalu memecahkan "masalah kebuntuan" tentang Seni-Budaya-Sejarah dengan bergandengan tangan bersama pemerintah Kabupaten Malang, Propinsi Jawa-Timur dan Pemerintahan Pusat.

Acara bersama DKKM, DPRD kabupaten Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang 
Acara bersama DKKM dan Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur 



ditulis oleh : Agung CW

Share:

Kamis, 02 Juni 2022

Peringatan Hari Lahir Pancasila

NGAJI BUDAYA



Ngopi sak Ngajine, yang digelar oleh Wonosantri bersama Bumdes Arjuna Toyomarto. Didukung penuh oleh Sahabat Ansor-Banser dan Lesbumi Kecamatan Singosari, Lawang, Karangploso, Dau dan sekitarnya.

Hadir Bapak Kepala Desa beserta Perangkat Desa Toyomarto, Ketua BPD, Direktur Bumdes, Anggota DPRD Kab Malang, Lesbumi PCNU Kab Malang beserta para Sesepuh Adat Desa Toyomarto. Syiiran Ngopi Ngaji oleh Gus Badruz Zaman, tawassul oleh Gus Fathul Ulum, doa dipimpin oleh Gus Anam Dau dan Gus Suli Lawang.

Maturnuwun dumateng Gus Hilal Fahmi, Gus Ahsani, Gus Afif, Gus Hakim, Gus Halim, ugi sedaya Gawagis ingkang samya rawuh. Performing art dari Grup Sholawat Burdah santri Pondok Pesantren Darul Karomah Randuagung Singosari.


   



Wisata Air Pentungan Sari, Toyomarto-Singosari
dikirim melalui wa oleh : ki Cokro Wibowo
Share:

Sabtu, 28 Mei 2022

JULA JULI MALANG MAKMUR

Malang Makmur
Karya Cak Marsam Hidayat



Ayo melok keluyuran
Mubeng Desa keliling kecamatan
Ora numpak kendaraan
Mlaku mlaku Karo Kidungan


Wilayah kabupaten Malang
Sisih lor kecamatan Lawang
Singosari Karangploso pakis Tumpang
Jabung Wajak Turen Bululawang


Poncokusumo Tajinan
Dampit Sumber Manjing wetan
Tirto Yudho Ampel gading Gedangan
Gondanglegi Pagelaran


Wilayah sisih kidul
Donomulyo pagak LAN Bantur
Pagak Bantur ket biyen wis kesuwur
Mergo pinggir segara kidul


Kalipare Sumber Pucung
Ngajum Wonosari isore Gunung
Kromengan Kidul kulone gandrung
Kepanjen cedek Pendopo Agung


Ayo mlaku Alon Alon
Nang Pakisaji Wagir Dau Pujon
Nglerek sisih kulon
Nang Ngantang terus Kasembon

Malang kabupatene
33 kecamatane
Maju pesat pertaniane
Jagung pari kopi tebu buah sayur mayur e

Seneng atiku
Kabupaten Malang saiki maju
Seneng atiku
Kabupaten Malang rakyate bersatu


Seneng atiku
Kabupaten Malang saiki tambah maju
Seneng atiku
Malang Makmur Pancene Jitu



foto Cak Marsam yang berdiri pas ditengah-tengah
Share:

BELAJAR MACAPAT MALANGAN


Belajar Macapat Malangan
Di Museum Mpu Purwa Kota Malang
Bersama Cak Marsam Hidayat




Satu tahun yang lalu tepatnya tanggal 6-9 April 2021 saya diminta oleh Cak Safarudin Balok dari Balai Bahasa Jawa Timur jadi Narasumber Macapat Malangan.

Macapat itu apa ?

Mendengar istilah Macapat pikiran kita sudah menebak bahwa yang muncul pasti ada sekelompok Bapak Bapak berpakaian Sorjan memakai Blangkon kemudian nembang / bercerita tentang kisah perjalanan Nabi Yusuf dan cerita Ahmad Muhammad.

Apa benar Macapat hanya sebatas itu ?
Ternyata tidak.

Menurut Ki Soleh Adi Pramono sst.

Macapat artinya MACA ( membaca )

Maca sepisan arane Tembung dadi Tembang. Maca saloro arane Tembang Gedhe. Maca Satelu arane Tembang Tengahan. Maca Sa Papat arane Tembang Alit yang disebut Macapat.

Macapat adalah Seni Membaca cerita dalam bentuk Tembang yang disebut Macapatan.

Membaca / bercerita dalam bentuk tembang Jawa yang bernama Macapatan sebenarnya tidak hanya bercerita tentang kisah perjalanan Nabi Yusuf dan Amad Muhamad atau Serat Tapel Adam, namun karena terbatasnya informasi dan pengetahuan tentang Macapat yang sebenarnya maka yang kita ketahui hanya Serat Yusuf, Serat Amad Muhamad dan Serat Tapel Adam dalam acara Kelahiran Pernikahan dan Syukuran.

Sesungguhnya Macapat itu sangat luas tanpa batas.

Macapat masih hidup dan berkembang di wilayah Pakisaji, Kepanjen, Sumber Pucung, Kasembon, Ngantang, Wonosari, Tumpang, Poncokusumo dan Gubuk Klakah.

Macapat Malangan bisa kita lihat dalam acara Padhang Bulanan Candhi Jago yang digagas Ki Soleh Adi Pramono Sst. Pimpinan Padepokan Seni Mangun Dharma Tumpang.

Yang bisa dibaca dan ditembangkan dalam Macapatan sangat banyak sekali tergantung kebutuhan. Bahkan menurut Budayawan Malang yang ber latar belakang Koreografer Dhalang Wayang Topeng dan Dhalang Wayang Jeg dong Malangan ini, semua Serat bisa dibaca. Dan di tembangkan dalam acara Macapatan.

Di Kafe Mesem Tumpang acara Padhang Bulanan setiap tanggal 14 Pornama Ki Soleh Adi Pramono Sudah banyak menyuguhkan naskah macapat yang bervariasi Mulai Serat Mangun Dharma, Serat Kunjara Karna. Serat Sri Sedhana, Serat Centhini sampai Serat Sabdo Palon bahkan semua cerita Babad maupun cerita yang bersumber dari Epos Ramayana dan Mahabharata yang berbentuk tembang sebenarnya bisa di jadikan bahan Macapatan.

Macapat adalah Karya Sastra yang di dalamnya terkandung wewarah agung terkandung ajaran Budi Pekerti luhur, maka kegiatan Belajar Macapat yang di selenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang wajib kita apresiasi dan kita teladani.

Kegiatan Workshop/ Pelatihan Macapat di Museum Mpu Purwa ini adalah yang kedua kalinya, yang pertama tahun 2021 kemudian di lanjutkan 25 Mei Tahun 2022.

Peserta adalah SMP Negeri dan Swasta se kota Malang.

Dengan belajar tembang Macapat di harapkan anak anak semakin percaya diri dan semakin mencintai Ibu Pertiwi.
Macapat Malangan pada hakekatnya sama dengan Macapat daerah lain seperti Macapat Mataraman Macapat Pesisiran, namun yang berbeda hanya luk gregel dan cengkoknya.

Selain perbedaan diatas, Macapat Malangan selalu diawali dengan tembang macapat Asmaradhana seperti berikut ini :


Macapat Asmaradhana Malangan

1     2    3 5   5  5  5  5

Ing sun a mi wi ti mu ji

1       2   2    2   2   2           2   23232
Ywa ne but na ma hyang suk ma

2         2  2     2         2    2     2      2      2
Kang pa ring murah ing ndu nya mang ke

3   3     3  3    2    2  2     2
Te mbe a khi ring a khe rat

2       2   2  2  1  1   1    1
Kang pi nu ji da tan pe gat

5          6   1        2   2   2   2 3 2 3232
Ngga njar wong ka we las a yun

1  1    1    1  5       5       2   3    21. 5611
A nga pu ra wong kang do sa auoa


Asmaradana Pelog Barang

7    7   7    5   5     6     7.  67

Ki tab mu sa Rar ing ang git

2      5       5     5   5   5  65 32
Duk sang Pra Bu Ja ya ba ya

5     6    7    64  2  3   4 34
Ing Ke di ri ke da ton e

1     2 2 2   2     2    2    2
Ra tu a ga gah pra ko sa

2     3 5   2       3     2     2
Tan a na kang ma lang a

2    3      4    4   4    4    4   56532
Pa rang mu ka sa mya te luk

2      2   2   2  2  2    2    465321
Pan sa mi a jrih se dan ya


Mengingat workshop Macapat Malangan kali ini untuk Pembelajaran anak anak maka dicarikan tembang Macapat malangan yang mudah dipelajari seperti Macapat Pucung dan Kinanthi seperti berikut ini :

Macapat Pucung Malangan

6     3       2  2
Wis rong ta hun

2       3   5     5   5    6     5  3
Gak gu yon ba rek kan ca ku

1    2   6    3    2  1
Se ko lah ndik o mah

2  3  5   5   5  56 1     65
A ra ne se ko lah Da ring

2     2  3  1
Ga ra ga ra

6 1    2   3   5      6   5  3         6 1 22
A na Pa ge bluk ko ro na ……a u a

6   3  2     2
Pu ji Syu kur

2     3     5       5          5    6  5  3
Ma dep mring hyang ma ha a gung

1    2    6   3   2 1
Ko Ro na wis i lang

2     3  5    5   5  56 1 65
Wis a doh sa ka bi la hi

2     2      3     1
Ten trem a yem

6    1      2   3         5    6    5    3 6122
Ka beh ma nggiha Ra har ja auoa

6  3  2  2
Il mu i ku

2    3  5   5   5    6    5 3
Ka la ko ne kan thi la ku

1    2   6 3    2    1
Le ka se la wan kas

2   3    5    5    5     56 165
Te ge se kas nyan to sani

2    2    3   1
Se tya bu dya

6   1       2   3      5   6     5  3      5611
Pa nge ke sing dur ang ka ra... Aouuo


Macapat Kinanthi Malangan slendro sanga

5   5      5     5       1   2     1     6
Ki  Dul  me ndung e lor    me ndung
Sa Ben di   na      te nguk te  nguk

6      1      5   3 5    5    65 32
U      dan so re r   i mis ri    mis
Ngra sak  na ta ngi se  a     ti

5   6     1   61   5   3    3  3
Ba njir ke lem ing da. ra tan
Ke ba nge ten ro  go  ku lo

3 3     3    5        1     1      61  65
A rep nya brang wo te     kin  tir
U rip pi    san    nan dang se dih

2    3   3.   3   5     2      32    1
So po bi   sa nya brang e    na
A na ndu nya o   Ra      be  tah

2     3       3  3          5   5      65   32
Da di       ti  mbang an Wak  ma  mi
Ti mbang u rip         lu wung ma ti


Macapat Dhandanggula Malangan

3   5      6  6  6   6  6  6   6   6  7  7
La mun si ra Ar sa a ge gu ru ka ki

6 5   3       3   3       5  6        7   723276
A mi liha ma Nung sa kang nya ta

3    5       6    7   5     3 5    6
Ing kang be cik mar ta ba te

6    7    2   2    3     7   323
Ku Du we ruh ing ku Kum

6        7    3  2      2    2      2   2    2
Kang ngi ba dah lan kang wi Ra ngi

5      6    7  7    7       7  67
Syu kur o Leh wong ta pa

3     2       72    7   72     3276
Ing kang wus ma Nung kul

6      7   2     3    3     3    3   3
Tan pa mrih pa Weh ing Li yan

2 2  23    2   7  6   6  6    6  7  2   3
I ku pan tes si ra gu ron a na ka ki

3     3  3   3    2      4  3    6722

Sar ta ne KA wruh a  na auua
Ma ca pat Si nom Mala  ngan

2      2   2  2    1       1    6 1
Nek ka te ngo ngak se ga ra

5    3      3  3      1   1         2 35
Ma mpi ra nang go ndang le gi

5    6     1      6   1      5    3    2
Sa mpe yan eng kuk tak ter na

2      2    2      3     2     2   2      2
Cek gak sam pek nya sar mar gi

6    6     6  6    6 6    1
Ba njar jo den li wa ti

5    3   2 1      3    3    3   3    211
Pa ge la ran trus Su wa ru..auuu

1   2   3 5 5   5    5    565
Ki du le a na Je mba tan

2     3   5    3 1    1   61 65
Wo no ker to Do ko sa    ri

5      6  1     2    2        2   2      2
Ban tur ngi Dul terus Sri Gon co

3   3   3   2          5611
Ba le ka mbang auuuuaaang

2      2 2      2  1       1  6    1
Nek te kan pi nggir se ga ra

5    3      3     3     1 1 2 35
Sa mpe yan sing a ti a ti

5     6        1 6   1   5  3    2
Mu nggah a Pu re Is mo yo

2    2    2  3  2     2    2   2
Pa pa ne ti yang se me di

6      6      6     6    6   6   1
Nge tan nang Ba jul ma ti

5   3  2    1   3   3          3 32     11
Go a Chi na Se ndang Bi ru ...auuu

1 2  3 5  5       5 5     565
A ja la li nang U nga pan
  
2    3         5    3    1     1    61 65
Ko ndang Me rak den am pi   ri

5    6   1    2      2     2 2    2
Su pa ya Jang Kep la ku ne

3         3    3    3    3   3       2
Nang ngli yep lan Mo da ngan

11 
 ...
auan

2     2    2    2 .    1    1     6   1
Pra wa ne wong Lo wok do ro

5  3  3 3   1    1   2  35
I sik ci lik nja luk ra bi

5     6  1       6       1     5    3  2
Sun a dang neng Mer go so no

2    2    2  3     2     2   2  2
Ku tho la was den ba le ni

6   6  6     6      6    6   1
Jo di pan kang Wi nar ni

5    3   2       1       3    3    3 2       1
Te me nggu ngan da lem i pun... Auon

1   2  3     5    5   5 5   565
Ke lo jen lan ka yu ta ngan

2 . 3  5      35   1 1 61 65
Ka u man den i sin i sin

5.     6   1.     2   2.  2  2  2
Wus gu ma lun ca ndi a ne

3     3  3   2     3211
Gal u ga lan auan



Makalah di sampaikan pada Workshop Macapat Malangan hari Rabu Legi ,25 Mei 2022 di Museum Mpu Purwa Kota Malang. (ki_Marsam)



Share:

Kamis, 26 Mei 2022

Pengukuhan DKKM oleh WAKIL BUPATI


PENGUKUHAN PENGURUS DEWAN KESENIAN 
KABUPATEN MALANG
periode 2021 - 2026




Setelah sempat tertunda akibat pandemi, pelantikan pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Malang akhirnya dilaksanakan juga. Kemarin, Kamis (26/05/2022) acara pengukuhan tersebut digelar. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri para undangan dan anggota DKKM. Sebanyak 29 anggota yang dikukuhkan siang itu.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Malang, Suroso mengatakan pengukuhan ini merupakan langkah awal membangun lagi semangat yang sempat tertunda akbat pandemi. “Dalam acara kemarin kami juga sekaligus melakukan Raker tahunan untuk menyusun perencanaan kegiatan setahun ke depan,” ungkapnya secara terpisah.

Tambahnya pula ada beberapa goal yang nantinya harus dicapai di antaranya, penyusunan buku materi ajar muatan lokal berbasis seni dan budaya tradisi Kabupaten Malang dalam kurikulum, melaksakan musrenbang tematik bidang kebudayaan, pembinaan sanggar, padepokan, paguyuban dan komunitas seni budaya dan banyak lagi. Selain itu, tahun ini ungkap Suroso, pengadaan sarpras akan lebih didahulukan. Seperti membangun gedung sekretariatan dan gedung kesenian. “Kami sudah menyampaikan ke Dinas serta Dewan, dan sudah mendapat persetujuan, jadi tinggal merealisasikan. Semoga ini menjadi penyemangat bagi pengurus masa bakti 2021-2026,” tegas seniman Seni Pertunjukan ini.

Sementara M.Nor Muhlas, perwakilan dari Dewan Kesenian Jawa Timur, juga memberi dukungan moril atas pengukuhan pengurus DKKM tersebut. “Saya yakin DKKM akan mampu memberi kontribusi besar terhadap kemajuan seni budaya di Jawa Timur. Bisa bersinergi dengan baik, karena Kabupaten dan Kota merupakan garda terdepan demi terwujudnya kemajuan kesenian,” jelasnya.

Pengukuhan Dewan Kesenian Kabupaten Malang, yang dihadiri dari Wakil Bupati Bapak Didik Gatot Subroto, bersama Dinas terkait, dihadiri dari DPR : Ketua Komisi IV Bapak Saiful Efendi, Ketua komisi III Ibu Tutik Yunarni dan Ketua Komisi II Bapak Kuncoro, Kapores Malang, Dandim, Dewan Kesenian Propinsi Jawa Timur Bapak Muklas Efendi, Dewan Kesenian Malang, Dewan Kesenian Batu, Forkom tingkat Kabupaten Malang, Tokoh Masyarakat, undangan dari Seniman-Budayawan Kabupaten Malang dan 33 camat se Kabupaten Malang

Kegiatan Pengukuhan ini berlangsung kidmat  dengan susunan acara sebagai berikut :

Diawali Bapak Wakil Bupati Malang bersama rombongan memasuki 
Ruang Paripurna DPRD
Setelah seluruh hadirin masuk, bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Pada acara Inti berlangsung :
- Pengukuhan Pengurus DKKM periode 2021 - 2026, oleh Wakil Bupati
- Pembacaan Sumpah Ikrar Prasetya Anggota DKKM
  dipimpin Bapak Wakil Bupati diikuti anggota DKKM
 
- Penyerahan Bendera Panji DKKM  kepada Ketua Umum

Sambutan-sambutan 
a. Ketua Umum DKKM :  Bapak Suroso
b. Wakil Bupati Malang :  Bapak Didik Gatot Subroto
c. Ketua DPRD Malang diwakili  Bapak Moch. Saiful Efendi (Ketua Komisi 4)  

 a.    b.c

Ditutup dengan Doa oleh :
1. Ki Gimun Aji penasehat DKKM.
2. Ki Nasikin anggota kehormatan DKKM

diteruskan Pemberian Ucapan Selamat oleh seluruh hadirin kepada Pengurus DKKM Baru.

Nama-Nama Pengurus DKKM 
Periode 2021-2022
disahkan oleh Bupati Malang




Share:

Selasa, 24 Mei 2022

Rapat Dengar Pendapat dari DKKM


Salah satu fungsi Pengawasan DPR/DPRD adalah untuk mengetahui "Aspirasi atau laporan mengenai masalah yang sedang dihadapi oleh daerah" dengan cara melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) / Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).



Dialog I:
DPRD Kabupaten Malang menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Dewan Kesenian Kabupaten Malang, terkait Fasilitasi Penyampaian program-program Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) Hasil Musyawarah Seniman Kabupaten Malang Tahun 2021.Acara tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 9-September 2021, Acara ini bertempat di Ruang Rapat Badan Musyawarah Jalan Panji No.119 Kepanjen.

Dialog II :
Ditempat yang sama DPRD Kabupaten Malang menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum ke dua dengan Dewan Kesenian Kabupaten Malang yang kedua pada tanggal 23-Mei-2022, dengan materi rapat yakni tindak lanjuti permohonan Fasilitasi Tempat DKKM-Kabupaten Malang yang sudah diajukan kepada Bupati Malang.


Komisi IV DPRD Kabupaten Malang telah mendorong agar Pemerintah Kabupaten Malang segera menyediakan Gedung Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) yang selama ini masih menggunakan pinjam tempat dirumah pengurus DKKM dan akhirnya sering berpindah-pindah kantor. Hal terserbut  oleh DPR lintas Komisi dianggap sebagai  satu hal yang harus segera difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Malang. 
 

Dengan memberi fasilitas kantor Gedung DKKM diharapkan bisa segera diselesaikan kebundulan masalah dan bisa ada jawab pada waktu dekat, yakni pertengahan tahun 2022. Maka diharap agar Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, BKAD dan Cipta Karya segera bersinergi untuk menyelesaikan belenggu yang sudah lama yang mengganggu koordinasi anggota dan perkembangan Seni-Budaya. Fungsi Kantor dan Gedung Seni tersebut akan bermanfaat untuk :
  1. Tempat bekerja dan koordinasi bagi banyak banyak orang,  utamanya seniman-budayawan.
  2. Tempat bekerja para pengurus harian DKKM, mengolah database, administrasi / surat-menyurat.
  3. Tempat aktivitas, seperti menerima tamu dari turis, dunia pendidikan, tempat presentasi, potrek miniatur keberadaan seni-budaya kas lokal Malang dan dokumentasi dari tapak tilas seni-budaya Kabupaten Malang 
  4. Tempat pentas pertunjukan dan workshop.
  5. dan lain-lain
DKKM adalah mitra strategis bagi pemerintah untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan aset seni-budaya lokal dan seni-budaya kreasi baru, yang masih belum didukung sepenuhnya dengan penganggaran APBD 2022,  pengurus DKKM berharap agar anggaran tersebut bisa masuk RPJMD.







artikel by Agung CW


Share:

DKKM

Dewan Kesenian Kabupaten Malang  (DKKM)

DEWAN KESENIAN adalah organisasi kesenian yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Malang berlandaskan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5A tahun 1993, dengan tugas membantu Pemerintah Kabupaten dan merupakan representasi dari persoalan, kepentingan, partisipasi, dan kontribusi kesenian dan seniman serta budayawan dalam pembangunan Kabupaten Malang.

Keberadaan seni dalam kehidupan manusia merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan. Seni selalu tumbuh dan berkembang sejalan dengan kehidupan manusianya serta memiliki arti penting dalan setiap aspek kehidupan manusia. Seni terlahir sebagai ekspresi diri dalam jiwa manusia yang dinamis dan menyatu. 

Seni dapat diekspresikan dengan berbagai macam cara dan media. Perwujudan seni dapat berupa suatu objek atau benda seperti seni rupa dan seni patung atau perwujudannya dapat melalui suara dan gerak tubuh seperti seni tari, seni musik dan seni teater. Adapun seni yang mencakup aspek suara dan gerak tubuh disebut sebagai seni pertunjukan. 

Di Kabupaten Malang memiliki beragam jenis kesenian daerah khas khsususnya seni yang berkaitan dengan aspek gerak tubuh dan suara. Seperti seni musik, seni tari dan seni teater pertunjukan rakyat.  Kabupaten Malang memiliki sektor unggulan dibidang pariwisata, Dimana jumlah para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang diharap dalam setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Kesenian di Kabupaten Kesenian dan prodak kreatif merupakan salah satu asset yang apabila eksistensinya dilestraikan dan ditingkatkan maka akan menjadi salah satu potensi yang baik untuk dikembangkan terhadap wisata budaya di Kabupaten Malang.

DKKM 2021 - 2026 dibentuk melalui musyawarah seniman dan budayawan Kabupaten Malang yang selanjutnya dikukuhkan oleh Bupati Malang, berdasarkan Keputusan Bupati Malang Nomor : 188.45/758/KEP/35.07.013/2021 tentang Dewan Kesenian Kabupaten Malang Masa Jabatan Tahun 2021 – 2026.

Semua kegiatan Dewan Kesenian Kabupaten Malang dipertanggungjawabkan dan berada di bawah arahan Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang, didampingi 5 orang pembina yakni :

  • Departemen Konservasi Nilai Budaya
  • Departemen Penelitian dan Pengembangan
  • Departemen Penerbitan dan Penyebaran
  • Departemen Kerjasama dan Kehumasan
  • Departemen Industri Budaya dan Kreatif
  • Departemen Advokasi dan Pelayanan Hukum.
SK-BUPATI
Share:

BTemplates.com