Upaya untuk "uri-uri" atau pelestarian budaya khususnya budaya Malanan yang dijalankan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) bersama Paguyuban Masyarakat Seni-Budaya merupakan sebuah langkah dari pelestarian dan pengakuan tentang Kebudayaan lokal. Program ini tidak hanya menjaga artefak fisik, tetapi juga mentransmisikan nilai-nilai esensial ke dalam struktur karakter masyarakat.
Dalam perspektif sosiologi budaya, uri-uri bukan sekadar tindakan replikasi tradisi, melainkan sebuah strategi Kebudayaan Dinamis. DKKM memfasilitasi paguyuban lokal untuk melakukan, cara untuk mengadakan tranfer ilmu pengetahuan lokal (local genius) dari generasi tua ke generasi muda melalui workshop dengan praktik langsung dan upaya dari DKKM dengan memperkuat daya tahan budaya lokal terhadap hegemoni budaya global melalui pengakuan hukum (HKI) dan panggung apresiasi yang konsisten
Program Uri-uri Budaya Malangan menempatkan seni bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai instrumen Pendidikan Karakter (Character Building). Nilai-nilai budi pekerti dalam seni Malang (seperti dalam lakon Panji) mengandung filosofi tentang Etika Sosial (Tepa Selira) dengan melatih kepekaan perasaan dan harmoni dalam bermasyarakat dan melatih kedisiplinan (Wiwitane) dengan cara Proses belajar seni tradisional yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan ketaatan pada pakem, yang secara tidak langsung membentuk disiplin personal.
Secara psikologis, individu yang memiliki akar budaya yang kuat cenderung memiliki Self-Identity (Jati Diri) yang stabil. Kerja sama DKKM dan Paguyuban menciptakan ekosistem di mana Identitas Kolektif dalam Masyarakat Malang yang memiliki simbol budaya yang sama, yang memperkuat kohesi sosial dan juga sebagai Kebanggaan Global, karena adanya pengakuan dunia terhadap hak paten seni Malang, jati diri lokal bertransformasi menjadi identitas yang kompetitif di kancah internasional
Tabel Korelasi: Seni, Budi Pekerti, dan Karakter
| Unsur Budaya | Nilai Budi Pekerti | Output Jati Diri |
| Seni Pertunjukan | Kerja sama & Keselarasan | Karakter Gotong Royong |
| Kriya & Tata Rupa | Ketelitian & Kejujuran | Karakter Integritas |
| Sastra & Kidung | Kearifan & Olah Rasa | Karakter Bijaksana/Eling |
Program DKKM melalui paguyuban seni bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah Rekayasa Sosial Budaya yang bertujuan menciptakan generasi yang modern secara intelektual namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur (budi pekerti) asli daerahnya.(AgungKepanjen)







0 komentar:
Posting Komentar