Kamis, 26 Maret 2026

Menteri Kebudayaan ke Malang



 

Sambangi Pakisaji, 
Menteri Kebudayaan Fadli Zon 
Puji Konsistensi Topeng Malangan Menembus Zaman

Semilir angin di Dusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan, terasa lebih istimewa pada Februari 2025 lalu. Suara pahatan kayu dan riuh rendah gamelan menyambut kedatangan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Padepokan Seni Topeng Malangan Asmorobangun pada pukul 2 siang.

Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap denyut nadi seni tradisional yang masih berdetak kencang di Kabupaten Malang.

Warisan Dunia dari Tangan Perajin Lokal

Dalam kunjungannya, Fadli Zon menegaskan bahwa Topeng Malangan bukan sekadar kerajinan kayu biasa. Baginya, setiap karakter dalam topeng tersebut adalah identitas bangsa yang memiliki nilai sejarah dan estetika tinggi.

"Seni Topeng Malang adalah warisan berharga. Kita harus memastikan seni ini tidak hanya lestari di rumah sendiri, tapi juga dikenal dan diakui oleh dunia internasional," ujar Fadli Zon di sela-sela peninjauannya.

Apresiasi untuk 'Penjaga Api' Tradisi

Menteri Kebudayaan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tri Handoyo, pemimpin Padepokan Asmorobangun. Di tengah gempuran modernisasi, padepokan ini dinilai berhasil menjadi benteng pertahanan budaya yang konsisten melahirkan generasi penerus penari dan pemahat topeng.

Fadli Zon menyebut dedikasi keluarga besar Asmorobangun sebagai teladan dalam menjaga eksistensi cagar budaya non-bendawi Indonesia.

Malang sebagai Poros Budaya

Kunjungan ke Pakisaji ini merupakan bagian dari agenda besar sang Menteri di wilayah Malang Raya. Sebelumnya, ia juga melakukan gerilya budaya dengan mengunjungi:

  • Berbagai Candi bersejarah yang tersebar di Malang.

  • Museum-museum ikonik di Kota Malang dan Kota Batu.

Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi kemajuan kebudayaan dan pelestarian cagar budaya secara menyeluruh di Jawa Timur.

Kunjungan ini membawa angin segar bagi para seniman lokal. Harapannya, dukungan pusat dapat mempercepat langkah Topeng Malangan untuk terus "menari" di panggung global tanpa kehilangan akar tradisinya. (AgungKepanjen)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com