"Sambung Rasa" di Cak Durasim,
Saat Wakil Menteri Kebudayaan
Mendengar Detak Nadi Budaya Jawa Timur
Gedung Kesenian Cak Durasim, yang selama puluhan tahun berdiri sebagai simbol perlawanan dan kreativitas seni di Jawa Timur, bersiap menjadi saksi sebuah pertemuan krusial. Pada Sabtu, 11 Januari 2025, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI akan menggelar agenda bertajuk "Sambung Rasa Kebudayaan Jawa Timur".
Acara ini bukan sekadar pertemuan seremonial biasa. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Kunjungan Kerja resmi Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia beserta rombongan di Bumi Majapahit.
Menjalin Jembatan Antara Kebijakan dan Akar Rumput
Istilah "Sambung Rasa" yang diusung dalam tajuk acara ini menyiratkan makna mendalam: sebuah upaya untuk menyambungkan visi pemerintah pusat dengan realita dan aspirasi para pelaku budaya di lapangan. Di tengah dinamika zaman, dialog langsung antara pemangku kebijakan (Wamen Kebudayaan) dan para praktisi dinilai menjadi langkah vital untuk merumuskan strategi pelestarian budaya yang lebih relevan.
Kepala BPK Wilayah XI, Endah Budi Heryani, S.S., M.M., melalui undangan resminya menekankan bahwa pertemuan ini merupakan ikhtiar kolektif untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menjaga marwah kebudayaan Jawa Timur.
Yang membuat agenda ini istimewa adalah daftar undangannya yang mencakup spektrum luas dunia kebudayaan. Mulai dari birokrat, akademisi, hingga maestro seni tradisi dan komunitas sejarah. Beberapa nama dan institusi besar yang dipastikan hadir antara lain:
- Pilar Akademis: Pimpinan dari Prodi Seni dan Musik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta STKW Surabaya.
- Penjaga Sejarah: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Masyarakat Sejarah Indonesia, hingga komunitas progresif seperti Begandring dan Gayatri.
- Maestro Tradisi: Tokoh ikonik seperti Bapak Suroso (Maestro Topeng Panji), Hari Lento, dan Abing Santoso yang dikenal luas di kancah seni pertunjukan.
- Lembaga Adat: Perwakilan dari Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI) Jawa Timur.
Pemilihan Gedung Kesenian Cak Durasim di Jalan Genteng Kali No. 85 sebagai lokasi acara memberikan pesan simbolis. Sebagai bagian dari kompleks Taman Budaya Jawa Timur, gedung ini adalah "rumah" bagi para seniman. Melaksanakan diskusi di sini menunjukkan apresiasi mendalam negara terhadap ruang-ruang kreatif yang telah menghidupkan ekosistem budaya selama ini.
Harapan Baru untuk Kebudayaan Jatim
Diskusi yang akan dimulai pada pukul 12.30 WIB ini diharapkan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi segar bagi kemajuan kebudayaan Jawa Timur. Dengan kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan, para penggiat budaya memiliki kesempatan emas untuk menyampaikan tantangan riil yang mereka hadapi, mulai dari isu pelestarian situs purbakala hingga keberlanjutan regenerasi seni tradisi.
Melalui semangat gotong royong dan "Sambung Rasa" ini, Jawa Timur kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu episentrum kebudayaan nasional yang paling dinamis dan solid.
Detail Acara:
Penyelenggara adalah Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI, yang memiliki agenda Sambung Rasa Kebudayaan Jawa Timur (Kunker Wamen Kebudayaan)
Waktu : Sabtu, 11 Januari 2025 | 12.30 WIB – Selesai
Tempat : Gedung Kesenian Cak Durasim, Surabaya
Waktu : Sabtu, 11 Januari 2025 | 12.30 WIB – Selesai
Tempat : Gedung Kesenian Cak Durasim, Surabaya
Daftar Nama Undangan
- Kepala Bidang Kebudayaan, Provinsi Jawa Timur beserta 1 pegawai
- Ketua Prodi Seni Drama, Tari, dan Musik, Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
- Ketua Prodi Musik, Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
- Kepala Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW) Surabaya, beserta 1 pegawai
- Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur
- Kepala UPT Museum Provinsi Mpu Tantular Jawa Timur
- Ketua Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur, beserta 1 perwakilan
- Ketua Dewan Kesenian Surabaya, beserta 1 perwakilan
- Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), beserta 1 perwakilan
- Ketua MLKI Provinsi Jawa Timur, beserta 1 perwakilan
- Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia
- Ketua Komunitas Gayatri, beserta 1 perwakilan
- Ketua Sanggar Molyojoyo Surabaya
- Ketua Komunitas Arca Tatasawara
- Ketua Komunitas Begandring, beserta 1 perwakilan
- Bapak Suroso (Topeng Panji Suroso)
- Dr. Rohmat Djoko Prakosa, M. Sn.
- Bapak Hari Lento
- Bapak Abing Santoso
- bu Sekar Alit Santya Putri S.Pd ,M.Sn
- Bapak Moh. Hariyanto
Salam Budaya — Lestari Budayaku, Jayalah Bangsaku.







0 comments:
Posting Komentar